Awalnya saya tidak mengerti dengan penyakit yang saya alami. yang ada di pikiran saya, datang kerumah sakit dan berkonsul ke dokter spesialis penyakit dalam.
Semua gejala saya ceritakan, tetapi dokter belum bisa menyimpulkan penyakit apa yang saya alami. dokter hanya menekan-nekan bagian pinggang belakang dan memukul mukul dengan kepalan tangannya, dan berkata "ada terasa sakit gak?"... Saya bilang tidak.
Terus saya diarahkan untuk USG dan tes lab. Pada saat diambil urin, urin saya merah bercampur darah. Saya panik, ini kenapa seperti ini ya...saya searching di google, ternyata akibat gesekan batu makanya ada pendarahan.
dihari berikutnya saya ambil hasil tes Daaaannn...ternyata dari hasil tes saya di vonis mengalami batu ginjal. Berapa besar dan mesti tindakan apa belum secara detail. Karena saya berobat di dokter spesialis penyakit dalam. Dokter menyarankan perbanyak minum air putih dan sering lompat2 biar batunya turun.
Saya hanya diberikan obat2an, salah satunya obat penghancur batu ginjal.
Dari hasil USG terlihat ginjal sebelah kiri lebih banyak bercak2 (menurut dokter yg usg katanya kotor) sedangkan yang disebelah kanan ada 1 batu ukurannya 1cm lebih.
Lebih kurang sebulan saya konsumsi obat secara teratur. Dalam mengkonsumsi obat semua2 keluhan yang saya rasakan diawal-awal hilang semua, sayapun beranggapan "pasti batunya udah luruh dan udah sembu". Lalu bulan berikutnya saya datang lagi ke dokter yang sama untuk kontrol dan saya diarahkan untuk tes yang sama seperti di awal dan hasilnya ginjal kiri saya bersih total sedangkan yang kanan terlihat ada batunya, ini terlihat pada saat USG. Dokter yang diruangan USG bilang ke saya "wah, ini jangan dibiarkan lama2 mas, ntr ginjalnya bisa rusak klo sampai sumbat".
Lalu saya ketemu dokter lagi, bercerita2 tentang pengobatan selanjutnya dokter bilang"ini tidak bisa hanya sekedar pakai obat, karena jenis batunya keras. Mungkin bisa dilaser katanya". Karena rumah sakit tempat saya berobat tidak ada alatnya
kemudian saya dirujuk oleh dokter ke salah 1 rumah sakit swasta (Grup ternama S****).
Sesampai dirumkit ternama ini, saya ketemu dokter yang udah profesor ahli urologi. kita bercerita banyak, dan dokter menyarankan untuk di laser (ESWL) dan sayapun menyetujuinya. tetapi sebelum di ESWL saya harus di cek lab dan CT-Scan yang biayanya cukup mahal bagi saya. saya mundur dan tidak jadi melanjutkan berobat disini. Pupus harapan agar bisa cepat hancur itu batu.
Di tulisan selanjutnya saya akan menceritakan proses berobat hingga tahapan2 tindakan medis.
Terima kasih.
Wassalam
Lalu saya ketemu dokter lagi, bercerita2 tentang pengobatan selanjutnya dokter bilang"ini tidak bisa hanya sekedar pakai obat, karena jenis batunya keras. Mungkin bisa dilaser katanya". Karena rumah sakit tempat saya berobat tidak ada alatnya
kemudian saya dirujuk oleh dokter ke salah 1 rumah sakit swasta (Grup ternama S****).
Sesampai dirumkit ternama ini, saya ketemu dokter yang udah profesor ahli urologi. kita bercerita banyak, dan dokter menyarankan untuk di laser (ESWL) dan sayapun menyetujuinya. tetapi sebelum di ESWL saya harus di cek lab dan CT-Scan yang biayanya cukup mahal bagi saya. saya mundur dan tidak jadi melanjutkan berobat disini. Pupus harapan agar bisa cepat hancur itu batu.
Di tulisan selanjutnya saya akan menceritakan proses berobat hingga tahapan2 tindakan medis.
Terima kasih.
Wassalam
Komentar
Posting Komentar